Minggu, 22 September 2013


Eksperimen Sederhana

Bahan:
1. Teh celup (gunakan yang kemasannya dilipat dan ada staplesnya)
2. Korek api
3. Piring atau wadah

Langkah-langkah:

1. Buka satu kemasan teh celup (lepaskan staplesnya), keluarkan teh yang ada di dalam kemasan. Kemudian bentuk kemasan teh celup hingga menyerupai silinder (bisa diberdirikan di atas wadah)

2. Nyalakan korek api, kemudian bakar bagian atas silinder kemasan teh celup.

3. Biarkan api bergerak ke bawah dan membakar silinder kemasan teh celup tersebut.

4. Ketika api mendekati bagian bawah, kemasan teh celup tersebut Api akan terbang dan melayang ke atas

Bagaimana hal itu dapat terjadi?
J
Ketika api membakar bagian atas silinder teh celup, udara di sekitarnya memanas, mengembang dan bersifat kurang padat. Karena udara panas di atas api kurang padat dari udara (dingin) di sekitarnya, maka kemasan teh celup tersebut akan terdorong dan terbang ke atas.

(Gambar siklus udara di sekitar silinder kemasan teh celup)

Ketika udara panas naik ke atas, udara yang lebih dingin bergerak dan menggantikan posisi udara panas sebelumnya. Gerakan perpindahan panas ini berlangsung berulang-ulang menyebabkan kemasan teh celup terbang lebih tinggi dan lebih tinggi dari sebelumnya. Pada awalnya, silinder kemasan teh celup masih terlalu berat untuk dapat diangkat. Tetapi ketika dibakar, massanya akan berkurang, semakin ringan sampai akhirnya cukup ringan bagi arus udara untuk mendorongnya terbang ke udara.
Ø  PUSARAN AIR DALAM BOTOL
Yang perlu kawan-kawan siapkan adalah :
-Dua buah botol minuman ukuran 1.5 liter
- Gunting / Cutter
- Lakban
- Air
Caranya :
* Isi salah satu botol dengan air sampai dua pertiga penuh .
* Susunlah dua buah botol menjadi seperti bentuk “jam pasir”
* Agar air dapat mengalir, buatlah lubang di kedua tutup botol, dengan diameter sekitar setengah diameter tutup botol
* Ikatkan / rekatkan kedua tutup botol dengan lakban.
* Balikkan botol, lalu putar-putar lah botol tersebut. Kemudian biarkan air mengalir ke bawah. Catat waktu yang diperlukan hingga air  habis.
* Agar lebih menarik bisa ditambahkan pewarna dan glitter glue, agar seolah-olah terlihat seperti puing-puing yang runtuh

Apa Kata Sains ??
Gerakan berputar-putar tadi akan membentuk pusaran pada air layaknya tornado. Bentuk tornado ini memungkinkan air turun lebih cepat ke botol yang kosong yang ada di bawah, karena ada pemisahan antara kolom udara yang naik dari bawah ke atas dengan kolom air yang turun dari atas ke bawah.
Nah….seru kan? Selamat mencoba kawan-kawan…

Ø  EKSPERIMEN SAINS : TELUR TRANSPARAN

Yang perlu kawan-kawan siapkan adalah :
> telor ayam mentah dan cuka

caranya :
* Rendam telor dalam cuka (cuka glasial) selama 1-3 hari
* Amati apa yang terjadi ?
* Setelah diamati,,cuci bersih telor dari kulit kerasnya.

Apa kata sains?
Saat telor direndam dalam cuka, pada permukaan telor akan timbul gelembung-gelembung kecil CO2hasil reaksi asam-basa. dan bagian kulit telor yang keras mengandung 94% kalsium karbonat (CaCO3) yang bereaksi dengan cuka (asam asetat). Sehingga menjadikan kulit telor yang keras larut dalam cuka, dan akhirnya telor hanya dibungkus oleh kulit arinya saja. Nah…sekarang telornya jadi bening dan lunak seperti telor penyu.
Selamat mencoba dirumah
Ø  MENGAMBIL KOIN DALAM AIR TANPA BASAH
Bagaimana kita bisa mengambil koin dari sebuah piring penuh air tanpa meluapkan air tersebut atau tanpa jari menjadi basah?
Ayoo siapa yang bisa??
mau tau caranya? check it out...


Bahan-bahan yang diperlukan :
sebuah piring, air, sebuah gelas, sebuah koin, selembar kertas, korek api.

Apa yang harus dilakukan??
1. Tuangkan air ke piring dan masukkan koin di dalamnya.
2. Masukkan kertas yang telah diremas ke dalam gelas, kemudian bakarlah dan letakkan gelas tersebut secara terbalik di piring

Apa yang terjadi??
air akan naik ke dalam gelas dan meninggalkan koin dalam piring kering

Apa kata sains??
jika kertas terbakar, karbon dan oksigen di udara bergabung membentuk karbondioksida. Tekanan gas dalam gelas akan jatuh, terus mengembang selama tahap pembakaran dan menyusut selama tahap pendinginan. Tekanan yang berkurang membuat air naik ke dalam gelas.

Ø  BALON MESIN JET
Kawan-kawan pasti masih terlalu muda untuk bisa menerbang mesin jet yang nyata, waah,,,pasti sulit sekali ya...
tapi kali ini kawan-kawan akan belajar seru tentang tekanan dengan menerbangkan balon mesin jet!

Yang kawan-kawan perlukan adalah :
- Selotip
- Sedotan
- balon agak besar
- tali nilon sekitar 3 m
- pohon, tiang atau kursi untuk mengikat tali tersebut
Apa yang harus kita lakukan ??? 
1) Ambil salah satu ujung tali dan mengikat kepada pohon atau tiang
2) Masukkan tali pada sedotan
3) Ikat ujung tali ke tiang lain atau pohon, pastikan penalian kuat.
4) Tiup balon dan pegang bagian ujungnya sehingga udara tidak akan melarikan diri
5) Hadapkan muka balon ke arah tiang kedua yang kita ikat tadi, lalu letakkan balon di atas sedotan, kemudian selotip bagian bawah balon dengan sedotan seperti pada gambar
6) lepaskan balon

Apa kata Sains ??

Balon dan sedotan akan lepas landas pada tali sampai balon benar-benar kempes. Ketika balon dilepaskan, udara terkompresi dan bergegas menuju ruang dan reaksi ini adalah untuk mejadikan balon maju seperti roket.
  
Ø  MEMBUAT LUMPUR HISAP (QUICKSAND)
Apakah kalian tahu mengenai lumpur hisap? Kalau kamu penggemar film-film petualangan, kamu akan tahu tentang lumpur hisap. Lumpur hisap adalah lumpur yang dimana jika kamu melangkah ke dalamnya akan menyebabkan dirimu tertarik ke dalam . Nah, bisa dibayang bagaimana kerennya kalau kita bisa membuat lumpur hisap itu sendiri. Ayo disimak langkah-langkah dibawah ini.

Apa yang akan kamu butuhkan:
·                     1 cangkir tepung maizena (tepung jagung)
·                     1/2 cangkir air
·                     Wadah plastik besar
·                     Sendok
 Apa yang harus kamu lakukan:
1.             Campurkan semua air dan tepung maizena dalam wadah plastik besar untuk membuat lumpur hisap instanmu.
2.            Ketika akan menunjukkan orang lain bagaimana prinsip kerja dari lumpur hisap, aduk perlahan dan tuang sambil teteskan sedikit demi sedikit untuk menunjukkan bentuknya yang cair.
3.            Pengadukan yang cepat akan membuatnya keras sehingga kamu dapat menyodok atau memukul lumpur hisap tersebut (ingat diaduk cepat bukan diaduk dengan keras).
4.            Jangan lupa untuk melakukan eksperimen ini diluar ruangan karena akan mengotori ruangan jika dilakukan didalam.
5.            Selalu aduk lumpur hisap instanmu sebelum digunakan. Mudah bukan?

Apa yang terjadi (apa kata sains)?
Jika kamu menambah volume air yang tepat ke dalam tepung maizena, lumpur hisap yang terbentuk akan menjadi lebih tebal ketika diaduk dengan cepat. Hal ini terjadi karena biji-bijian yang terdapat dalam tepung maizena tercampur dan tidak dapat saling meluncur akibat kurangnya air diantara mereka. Pengadukan secara perlahan dapat memberikan ruang lebih banyak untuk masuknya air sehingga biji-biji dalam tepung maizena tersebut dapat meluncur kebawah ketika dituang.
Jika menyodok-nyodok dengan cepat akan memberikan hasil yang sama terhadap lumpur hisap tersebut, yaitu membuatnya menjadi lebih keras. Jika disodok dengan pelan, lumpur hisap tidak bercampur dengan cara yang sama membuatnya lebih basah (runny). Prinsip kerja ini sama dengan yang lumpur hisap yang asli!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar