Sabtu, 12 Juli 2014

Akhir Sebuah penantian

oleh: Jihan Kristal

Walau sulit melanda keadaan, aku coba untuk dapat memilih.
Walau waktu tiada sefaham denganku, aku coba untuk menerjang.
Keadaan menyulitkan ketika ada yang dipilih.
Begitupun waktu menghalangi ketika ada yang datang.

Hingga suatu ketika sang waktu bisa bersatu dengan keadaan.
Kulukis di bibirku sebuah senyuman.
Akhirnya mereka mengerti suasana hatiku.
Yang sedari dulu ingin untuk merasakan apa itu bersatu..

Kebimbangan.

oleh: Jihan Kristal

Kadang diri sering mengharap apa yang tidak mengharap diri.
Kadang diri sering mencinta apa yang tidak mencinta diri.
Sampai pada akhirnya sesal merasuki diri.
Sampai pada akhirnya rasa rugi menghantui diri.

Cinta itu kadang tidak diundang.
Tetapi dengan tiba-tiba ia datang.
Ia mampir disaat yang kurang tepat.
Buat diri salah menaru tempat.

Mungkin diri maklumi keadaan.
Tetapi tiada seperti yang dirasakan oleh insan.
Menjadi bintang ketika datangnya bulan.
Ketika itulah kita tahu tiada perbedaan.

Sampai saat ini diri masih kurang faham.
Apa yang diri rasa masih kelam.
Entah diri ingin menjumpai atau mengakhiri.
Diri tak bisa memilih ketika dilema ada di hati..

Di Subuh-Nya

oleh: Jihan Kristal

Di Subuh-Nya agung
Di Subuh-Nya dingin
Di Subuh-Nya gelap
Di Subuh-Nya sujud utama.
Di Subuh-Nya godaan besar.
Di Subuh-Nya adzan tak terdengar.
Di Subuh-Nya setan mentulikan manusia.
Di Subuh-Nya pun Dia beri manusia harta akhirat

Setetes Embun Pagi

oleh: Jihan Kristal

Berat rasa di kaki.
Ketika melangkah menapak bumi.
Saat aku menghampiri sang mimpi.

Seberkas ufuk dari timur mentari.
Menyinari pagi yang masih sunyi.
Ketika sujud kepada-Nya sudah diakhiri.

Aku masih berjalan.
Di sebuah jalan yang beralaskan harapan.
Menghampiri sang mimpi dan sang angan.

Entah sampai kapan aku harus berjalan.
Tidak ada harapan dari sebuah perjalanan.
Hingga aku menyerah di pertengahan.

Aku pasrah atas semua ini.
Aku tak tahu harus berbuat apa lagi.
Kini aku hanya diam meratapi sang mimpi.

Namun segera jiwa ini bangkit.
Seakan ada tangan-Nya yang menarik.
Akupun berjalan kembali mendaki bukit.

Kini mentari telah menampakan diri.
Tanah dan daunpun telah disinari.
Menyisakan setetes embun pagi..