Senin, 03 Agustus 2015

GREEN FLASH: chapter 2

“Haruna..” sapa Juri kepada Haruna. Kala itu suasana kelas amat sangat ramai, sehingga suara Juri tidak terdengat oleh Haruna. “Haruna!” panggil Juri. “eh iya? Eh Juri, sorry aku ngga denger” jawab Haruna gagap “iya gapapa ko. Oh iya aku ganggu ngga?” tanya Juri malu. “ngga ko, kenapa?” dengan malu-malu Juri mengungkapkan keinginannya untuk mencurahkan isi hatinya kepada Haruna. Karena bagi Juri, Haruna merupakan salah satu sahabat terbaik miliknya. Sahabat yang paling dipercaya olehnya. Hampir semua curahan hati Juri ditumpahkan kepada Haruna. Dan Juri sudah menganggap haruna sebagai saudaranya sendiri.
“kamu mau cerita apa? Kennichi-kun ya?” tebak Haruna. “ayo cerita, cerita, cerita. Ada apa sama kennichi-kun? Sesuatu telah terjadikah? Atau kamu balikan sama dia?” Haruna sangat penasaran. Namun Juri masih ragu untuk menceritakan semuanya kepada Haruna, entahlah rasanya baru kali ini dia ragu dengan sahabatnya itu. “hm engga, bukan kennichi ko” jawab Juri memulai perbincangan. “siapa? Someone baru ya? Ciee siapa?” pertanyaan Haruna benar-benar mendesak Juri, apa yang harus ia perbuat pun ia tak tahu. Melanjutkan cerita atau mengakhiri saja? “kamu tahu Akihito kan? Temen sekelas kamu itu” Juri semakin ragu, ia dilema sendiri dengan perasaannya “tahu ko tahu, kenapa? Kamu suka bukan sama dia?” Haruna bertanya dengan wajah yang kaget dan intonasi pertanyaan yang agak sinis. “hm aku juga ngga tahu” jawab Juri mengelak “ciee kamu pasti suka sama dia. Dia baik ko Ri, cocok buat kamu. Ayo move on dari kennichi” pernyataan Haruna itu semakin membuat Juri ragu dan merasa bodoh karena sudah bercerita kepada Haruna, seharusnya ini tidak terjadi.
Tiba-tiba Yui datang dan ikut berkumpul dengan Haruna dan Juri “hai kalian lagi ngomongin apa? Serius amat?” “Yui kamu harus tahu, temen kita kan udah punya someone baru, tuh Juri sama Akihito” ledek Haruna sambil melirik jail namun sinis ke Juri. Apa maksud semua ini? Juri benar-benar tidak tahu dan benar-benar terisolasi dengan kondisi seperti ini. “iya? Cie udah move on” ledek Yui. Ledekan mereka amat mengganggu Juri, ia merasakan sesuatu yang mengganjal dari sahabat nya yang satu itu. Ia merasa telah kehilangan kepercayaan nya, tapi ia tidak boleh memanjakan  perasaan itu, mungkin hanya sekedar bisikan setan saja…
To be continue


Tidak ada komentar:

Posting Komentar