“Haruna..”
sapa Juri kepada Haruna. Kala itu suasana kelas amat sangat ramai, sehingga
suara Juri tidak terdengat oleh Haruna. “Haruna!” panggil Juri. “eh iya? Eh
Juri, sorry aku ngga denger” jawab Haruna gagap “iya gapapa ko. Oh iya aku
ganggu ngga?” tanya Juri malu. “ngga ko, kenapa?” dengan malu-malu Juri
mengungkapkan keinginannya untuk mencurahkan isi hatinya kepada Haruna. Karena
bagi Juri, Haruna merupakan salah satu sahabat terbaik miliknya. Sahabat yang
paling dipercaya olehnya. Hampir semua curahan hati Juri ditumpahkan kepada
Haruna. Dan Juri sudah menganggap haruna sebagai saudaranya sendiri.
“kamu mau cerita apa? Kennichi-kun ya?” tebak
Haruna. “ayo cerita, cerita, cerita. Ada apa sama kennichi-kun? Sesuatu telah
terjadikah? Atau kamu balikan sama dia?” Haruna sangat penasaran. Namun Juri
masih ragu untuk menceritakan semuanya kepada Haruna, entahlah rasanya baru
kali ini dia ragu dengan sahabatnya itu. “hm engga, bukan kennichi ko” jawab
Juri memulai perbincangan. “siapa? Someone baru ya? Ciee siapa?” pertanyaan
Haruna benar-benar mendesak Juri, apa yang harus ia perbuat pun ia tak tahu.
Melanjutkan cerita atau mengakhiri saja? “kamu tahu Akihito kan? Temen sekelas
kamu itu” Juri semakin ragu, ia dilema sendiri dengan perasaannya “tahu ko
tahu, kenapa? Kamu suka bukan sama dia?” Haruna bertanya dengan wajah yang
kaget dan intonasi pertanyaan yang agak sinis. “hm aku juga ngga tahu” jawab
Juri mengelak “ciee kamu pasti suka sama dia. Dia baik ko Ri, cocok buat kamu.
Ayo move on dari kennichi” pernyataan Haruna itu semakin membuat Juri ragu dan
merasa bodoh karena sudah bercerita kepada Haruna, seharusnya ini tidak
terjadi.
Tiba-tiba Yui datang dan ikut berkumpul dengan
Haruna dan Juri “hai kalian lagi ngomongin apa? Serius amat?” “Yui kamu harus
tahu, temen kita kan udah punya someone baru, tuh Juri sama Akihito” ledek
Haruna sambil melirik jail namun sinis ke Juri. Apa maksud semua ini? Juri
benar-benar tidak tahu dan benar-benar terisolasi dengan kondisi seperti ini. “iya?
Cie udah move on” ledek Yui. Ledekan mereka amat mengganggu Juri, ia merasakan
sesuatu yang mengganjal dari sahabat nya yang satu itu. Ia merasa telah
kehilangan kepercayaan nya, tapi ia tidak boleh memanjakan perasaan itu, mungkin hanya sekedar bisikan setan
saja…
To be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar