Senin, 03 Agustus 2015

GREEN FLASH: CHAPTER 3

Mentari menemani perjalanan Juri menuju sekolah. Dengan semangat penuh ia melangkah. Angin pagi menyapanya dengan ramah. Senyum di bibirnya terukir dengan indah.
Pagi itu di sekolah hanya ada kegiatan classmeeting. Juri hanya duduk-duduk santai sendiri. Tak lama ia menikmatinya, Zakuri menghampiri dan menyapa Juri, “hai Juri, sendiri aja?” dengan hangat Juri menjawabnya, “hai, iya nih hehe kamu juga sendiri aja? Lihat Haruna ngga?”. Zakuri sangat antusias menjawab pertanyaan Juri yang member harapan bahwa Zakuri telah atau melihat Haruna, “Haruna ada di kantin. Yuk aku temani ke sana”. Juri sangat beruntung ternyata Haruna sudah berada di sekolah.
Tiba di kantin, Juri melihat ada siswi yang sendirian duduk dipojokan kantin. Siswi itu mirip Haruna, namun jika memang itu Haruna, mengapa ia tidak memakai kacamata? Juri menghampiri siswi itu, semakin dekat semakin jelas siapa gerangan. Ternyata itu benar Haruna! Juri terkejut melihat penampilan Haruna yang tidak seperti biasanya, “Haruna?” tanya Juri ragu dan terkejut, “hai Juri! Ya ampun dari tadi aku nungguin kamu. Kamu abis dari mana?” tanya Haruna, ya memang ia Haruna, Haruna yang ceria dan penuh semangat. Namun mengapa ia tampil beda? Biasanya ia berkacamata, rambutnya diikat ponytail, dan Haruna yang Juri kini sangatlah berbeda, “ hm aku tadi di depan. Kamu ko beda banget penampilannya?” tanya Juri agak canggung karena memang kurang sopan, “oh hehe ngga apa-apa ko hehe eh iya Zakuri, Juri, mau main ke rumah aku ngga? Ayo dong kita main” pinta Haruna penuh harap, “kalo aku mau mau aja, gimana nih Juri? Mau ikut ngga?” tanya Zakuri. “ya, ok deh aku ikut” jawab Juri, “yaudah kita berangkat sekarang aja yuk, lagian classmeet nya juga cuma begitu-begitu aja” ajak Haruna. “ok”
Selama perjalanan ke rumah Haruna tidak ada yang mengganjal sedikit pun. Mereka bertiga saling bercanda satu sama lain, menikmati betapa indahnya hari di bawah sinar mentari. Namun tiba-tiba Haruna menanyakan masalah Akihito kepada Juri, “Juri, bagaimana kamu dengan Akihito?”, “ngga gimana-gimana?” jawab Juri singkat, “ah masa sih? Kamu sama dia udah mulai pdkt?” desak Haruna kepada Juri. Dalam hati Juri merasa aneh dengan tingkah Haruna, tidak seperti biasanya, atau hanya perasaan Juri saja? “kamu ko pengen tau banget sih? Haha” ledek Juri yang sebetulnya ingin menghentikan pertanyaan Haruna, “ya jelas dong, aku kan sahabat kamu, masa aku ngga boleh tau tentang kamu sih? Hehe” ya itu jawaban yang diplomatis. Masih dengan perasaan yang mengganjal, mereka sampai di rumah Haruna.
Rumah Haruna bersih dan barang-barangnya serba mewah, berbeda dengan Juri yang sangat sederhana. Zakuri pun merasa bahwa Haruna sangat beruntung memiliki rumah yang mewah, “ayo temen-temen masuk” ajak Haruna kepada Juri dan Zakuri. Mereka mengikuti Haruna dan duduk di ruang tamu. Tak lama, ibu Haruna datang dan menyapa mereka dengan dingin, “ini siapa? Temen nya Haruna? Tunggu ya bentar, Haruna nya lagi cuci muka dulu”. Sebenarnya sudah lama Juri bersahabat dengan Haruna, namun baru kali ini dia mengetahui sosok keluarga sahabatnya itu. Amat sangat berbeda dengan sosok Haruna yang ramah kepadanya. Juri dan Zakuri hanya berdiam diri dan seperti tidak dianggap di rumah itu, seperti orang asing. Tak lama Haruna datang, “aduh maaf ya lama, tadi bersihin muka dulu, ‘kan kotor ya tadi di jalan? Hehe”, “kamu perawatan ya? Rajin amat?” tanya Zakuri polos, “engga ko engga hehe” tiba-tiba ibu Haruna memotong pembicaraan, “ka, mama sama Haruka mau belanja dulu ya, kalo mau makan ada tuh di dapur”, “ oh iya ma, hati-hati” cepat ibu Haruna pergi, tanpa sedikit pun menyapa Juri dan Zakuri. “kalian, makan dulu yuk”, “ok” jawab Juri dan Zakuri bersamaan.
Di meja makan, Haruna memberikan banyak nasi di piring Juri dan Zakuri, tapi dia hanya memakan lauk nya saja, “kamu makan ngga pake nasi nya?” lagi-lagi Zakuri bertanya dengan polos, “ ngga ah udah kenyang hehe”. Selesai makan, Zakuri izin ke toilet. Juri dan Haruna duduk di ruang tengah, “eh kamu, ceritain dong sama Akihito gimana?” tiba-tiba Haruna bertanya pertanyaan itu lagi, “aku kan udah bilang ngga gimana-gimana, aku ngga pdkt, aku ngga deket sama dia, udah gitu aja. Lagian aku cuman suka gitu aja ko sama dia, ngga lebih, ngga kaya ke Kennichi” jawab Juri kesal dan terpaksa kembali mengingat Kennichi, “udah Kennichi lupain aja, deketin dong Akihito nya”, “ngga usah deh” jawab Juri singkat. “Haruna, kamu punya pembalut ngga? Aku dapet nih”, “oh ada ko, ayo sini ke kamar aku” mereka berdua pergi ke kamar Haruna, meninggalkan Juri sendiri dengan bayangan Kennichi yang kembali ke pikirannya.

Tak lama Haruna keluar dari kamarnya dan meminta izin untuk ke luar sebentar, entah apa yang ia lakukan. Namun dengan terkejut Juri melihat Zakuri di belakangnya dan langsung menarik Juri masuk ke kamar Haruna, “Juri lihat, ini maksudnya apa?” Zakuri menunjuk tulisan di kalender di kamar Haruna. Tulisan tersebut sangat mengejutkan Juri, membuat ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat, “Haruna and Akihito will be a perfect couple? Maksudnya apa Zakuri?” tanya juri penuh emosi, “aku ngga tau, jujur aku sendiri kaget” oh ini yang membuat Haruna penasaran dengan kedekatan Juri dan Akihito, ternyata ia juga menyukai Akihito. Mengapa Haruna tidak jujur kepada Juri? Mengapa ia sangat mendukung Juri untuk dekat Akihito? Apakah ia benar-benar sahabat? Juri belum bisa memastikan semua ini…
to be continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar