Tertatih aku berjalan.
Tertusuk permadani duri.
Aku tetap bertahan.
Demi malam berganti pagi.
Merintih sakit tertanam.
Satu duri tepat pada alas.
Darah mengalir tinggalkan luka.
Ia pergi tinggalkan bekas.
Berat kaki melangkah.
Tulangnya tak sanggup menahan.
Memaksa!
Untuk bertahan.
Gelap masih menemani.
Dingin menghampiri seraya teman hati.
Memeluk
raga dengan erat.
Bekukan tulang hingga berat.
Kucoba bertahan hingga pagi.
Berjalan memaksa diatas duri.
Demi tergapainya mimpi-mimpi.
Hingga terbitlah sang mentari.
Air mataku tak tertahan lagi.
Ia jatuh mengalir ke hati.
Tetesnya sembuhkan sakit ini.
Walau sebenernya tak tersembuhi.
Perlahan mentari itu datang.
Terbitlah sebuah bayang.
Membantu aku gapai sinarnya.
Datangkan sebuah impian fana.
07-11-2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar